SEJARAH DESA

SEJARAH DESA SUMURGEDE
Sejarah Desa
Menurut sejarah dan legenda yang bersumber dari para  sesepuh yang ada di Desa Sumurgede, bahwa pada  Zaman dulu ada seorang  wanita setengah tua yang bernama PURWO KANTI, masyarakat Desa Sumurgede saat itu menyebutnya  MBAH GANTI : setiap waktu sering kali kekurangan air, pada akhirnya telah menemukan sebuah kubangan kecil yang mengeluarkan  sumber air yang tak pernah kering disepanjang masa, sekitar itulah pada akhirnya  Mbok Ganti dengan beberapa anak-anaknya  bertempat tinggal, akhirnya Mbok Ganti demikian disebut  Wanita tersebut sekarang tidak terlupakan oleh orang banyak.

Lama kelamaan tempat tersebut diketahui oleh orang banyak yang kemudian berkeinginan pula untuk menjadikan tempat tinggalnya,oleh karena  tertarik akan kesuburan tanahnya, maka terjadilah sebuah Desa yang dinamakan SUMURGEDE
Sebagai seorang yang pertama kali mendiami tempat tersebut, maka oleh orang-orang setempat Mbok Ganti dianggap sesepuh, dimana setiap kali ada kesukaran dimintalah Mbok Ganti untuk ikut menyelesaikannya (memberi pentunjuk).
Begitu pula kebutuhan untuk bertani Mbok Ganti selalu memberi pentunjuk tempat-tempat yang baik, kebetulan tempat yang ditunjuk tempat yang baik untuk pertanian/sawah, dan ditempat itulah terdapat suatu pohon yang namanya Pohon Gempol, disamping tanah tersebut Subur juga terdapat banyak air, karena semakin bertambah luas tanah yang dipergunakan pertanian, Mbok Ganti pesan kepada warga agar tidak memotong pohon Gempol tersebut, akhirnya semua  warga mematuhi / mentaati apa yang menjadi pesan Mbok Ganti tersebut, sehingga pada akhirnya terjadilah pohon Gempol menjadi keramat oleh warga dan hanya digunakan  untuk berteduh oleh Mbok ganti maupun orang-orang yang sedang beristirahat waktu bersawah.
Setelah Mbok Ganti tiada dianggaplah pohon Gempol tersebut sebagai Tugu peringatan akan jasa-jasa Mbok Ganti yang sampai sekarang masih banyak orang menganggap keramat (Angker) sehingga pada waktu itu orang membawa sesaji disetiap menjelang punya keperluan, baik akan punya kerja mantu maupun  tanam padi, bahkan ada yang minta keselamatan  hidupnya. Sepeninggalan  Mbok Ganti jumlah penghuninya belum begitu banyak namun orang-orangnya terus membuka lahan sawah baru, salah satunya terdapat pohon Gempol (yang sekarang terletak disebelah Barat Desa Sumurgede).
Semakin hari semakin bertambah pula penghuninya diantaranya para penghuni tersebut ada seorang Santri (Kiai) yang bernama DJAMSARI, kemudian  ia mendirikan sebuah Langgar (sekarang Musholla) dan mengajarkan Agama Islam kepada para Murid/Santrinya, semakin lama semakin banyak pengikut Santrinya Mbah Djamsari meninggal dunia karena sakit yang dideritanya dan Jenazahnya dimakamkan di Desa Sumurgede, begitu juga makamnya dianggap keramat sampai sekarang, dimana setiap menjelang Bulan Romadlon (Puasa) maupun Hari Raya Idul Fitri masyarakat Desa Sumurgede masih memeringatinya.
“ SUMURGEDE “ dengan Arti : SUMUR, Kubangan yang terdapat mata Air dan Subur, GEDE :
Kumbangan Kecil menjadi Besar.

Sejarah Perkembangan Desa
Menurut sejarah perkembangan desa, peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang perkembangan di Desa Sumurgede adalah sebagai berikut : 


Tahun Peristiwa Baik Peristiwa Buruk
Abad ke XVI    Bangsa Indonesia dijajah belanda termasuk desa Sumurgede sangat menderita karena banyaknya Pageblug
1942 Belanda diusir oleh Jepang dari Indonesia (termasuk Desa Sumurgede) Bangsa Indonesia termasuk Desa Sumurgede dikuasai oleh Jepang rakyat lebih menderita 
1945 Negara Indonesia Merdeka yang diploklamirkan oleh : Ir. Soekarno dan Bung Hatta Belanda datang lagi ke Indonesia kemudian berhasil diusir oleh Bangsa Indonesia
1960 Pilkades (S. NOTO MARSONO)   
1965 Berdirinya SD Sumurgede berlokasi di utara Desa Meletusnya G30S PKI  yang  imbasnya sampai ke Desa Sumurgede
1966   Kepala Desa Sumurgede (Bpk. SURATIN) meninggal Dunia
1967 Pilkades ( Rohmat  Munawas) Yang Ke lima   
1972 SD Sumurgede pindah lokasi Timur Desa beserta lapangan  
1975 Pertama Kali  Bangunan Balai DesaKantor Desa menempati Lumbung Desa Tanaman Padi terserang hama wereng gagal panen (Puso)
1976 Program Bimas-Inmas masuk Sumurgede menghasilkan petani teladan Tingkat Propinsi (Bpk SUWONDO)  
1977 Pemilihan UmumNormalisasi Sungai Teleng  
1978 Rehab Masjid Dusun Sumurgede yang didirikan pada Tahun 1941  
1979 Didirikannya Masjid Jabung (BAITUL HADI)  
1980 Pertama kalinya dibangun jalan makadam Sumurgede  
1982 – Pembangunan Masijid  Dusun Karangtengah (BAITUL AMIN)  – Pemilihan Umum – Pembangunan Gedung PKK  
1983 Pembuatan Jalan Utara tanggul Dsn. Sumurgede   
1984 Prona (Sertipikat Masal)  Tanaman padi terserang hama Tungkro sehingga gagal panen (Puso)
1987  Pemilihan Umum  
1989  Pilkades (Solekhul Hadi) Periode 1989-1998  
1992 Listrik (PLN) Masuk pertama kaliPemilihan Umum Banjir Bandang
1993 Pengisian Formasi Perangkat Desa  
1994 Pengisian Kepala Dusun Karangtengah (BAMBANG WIDJANARKO)  
1995   Tanaman Padi Puso (Penggerek Batang)
1997 Pemilihan Umum  
1998 Pilkades (Siti Rohmah Mi’atin) Periode 1998-2007Intensivikasi Padi (IP.300) GaduP3DT (Pembangunan Saran jalan) Krisis EkonomiReformasi
1999 Pemilihan UmumPemilihan Badan Perwakilan Desa (BPD) Gagal Panen Imbas IP.300
2004 Pemilihan Umum  
2007 Pilkades (Suyatno) Perode 2007-2013  
2008 Pembangunan Rabat Bertulang pertama kali (Desa Sumurgede)  
2009 Pembangunan Rabat bertulang (Dusun Jabung)Pemilihan Umum  
2011 Tentara Madiri Masuk Desa (TMMD) dengan program Rabat beton bertulang Dusun Sumurgede  
2012 Pengisian Formasi Perangkat Desa Pengisian Sekretaris Desa dari PNS (Sholeh,S,Pd  
2013 Pilkades (Suyatno) Periode 2013-2019   
2014 Pemilihan UmumPemilihan Badan Permusyawarat Desa (BPD)  
2015 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2015-2020  
2016   Skretaris Desa (Sholeh,S.Pd) Meninggal Dunia.
2017 Pengangkatan Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Desa Sumurgede (AGUS ROMADHON) Gudang Desa (Lumbung Desa ) Roboh
2018 Pilkades (M.MARGONO) Periode 2019-2025Pelantikan Sekretaris Desa (AGUS ROMADHON)Pembentukan BUMDesa  
 2019 Pelantikan Kepala Desa terpilih           ( M.MARGONO)Pengesahan Usulan PAMSIMAS  

Desa Sumurgede Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan secara geografis terletak di 110º 43΄ 57,7063″ E dan terletak di 7º 04΄ 31,5026″ S. Secara topografi Desa Sumurgede termasuk dalam kategori Daerah dataran rendah dengan ketinggian ±50 meter dari permukaan laut (mdpl). Kondisi Geografis  Secara geografis Desa Sumurgede terletak di  2,1 Km dari kecamatn godong, dan berbatasan dengan : Sebelah Utara : Harjowinangun, Desa dorolegi Sebelah Timur : Sambung Sebelah Selatan : Pahesan, Desa Karanggeneng Sebelah barat : Latak Sedangkan luas wilayah Desa Sumurgede mencapai 392,555 Ha yang terdiri dari :  a. Tanah sawah  :  314 Ha b. Tanah bukan sawah  :  78,555 Ha a.  Tanah sawah seluas 314 Ha terdiri dari : 1) Irigasi Teknis :  288Ha 2) Irigasi setengah Teknis :   26 Ha 3) Tadah Hujan b.   Tanah bukan sawah seluas 78,555 Ha terdiri dari : 1) Pekarangan/bangunan  :   64,485 Ha 2) Tegalan :   7,280 Ha 3) Lain-lain (sungai,jalan,makam,dll)  :     6,790 Ha

Demografi
a.     Laju Pertumbuhan, Sex Ratio dan Kepadatan Penduduk
Penduduk Desa Sumurgede terus mengalami pertumbuhan, dari tahun 2015 sebanyak 3.133 jiwa mengalami penurunan sampai dengan tahun 2019 menjadi sebesar 3.237 jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Sumurgede selama 5 tahun terjadi penurunan 366 jiwa.
Dengan luas wilayah 3,39 km², kepadatan penduduk Desa Sumurgede pada tahun 2015 sebesar 976/km². Angka tersebut mengalami penurunan pada tahun 2019 menjadi sebesar 868/km².
Sedangkan Sex ratio penduduk Desa Sumurgede tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 sebesar 96,06%, yang berarti setiap 100 jiwa penduduk perempuan terdapat 96 jiwa penduduk laki-laki.
Untuk lebih jelas, data perkembangan penduduk Desa Jatilor dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, dapat dilihat dalam tabel 2.1 berikut :
Tabel 2.1
Perkembangan Jumlah penduduk Desa Sumurgede
Tahun 2015-2019

a.     Jumlah Penduduk per Dusun
Jumlah Penduduk terbanyak dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 berada di Dusun Mulungan, sedangkan Dusun yang berpenduduk rendah terdapat di Dusun Tempuran. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 2.2 berikut :
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk per Dusun Tahun 2015-2019

Keadaan Sosial
a.    
Jenis Pekerjaan
Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 15 tahun keatas. Jenis pekerjaan di Desa Sumurgede pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 dominan pada jenis mata pencaharian pertanian.
Berikut disajikan data mata pencaharian penduduk umur 15 tahun keatas di Desa Sumurgede pada tahun 2015-2019, sebagaimana tabel 2.3 berikut ini :
Tabel 2.3
Komposisi Penduduk Desa Sumurgede Umur 15 tahun keatas menurut Mata Pencaharian Tahun 2015-2019

Angka Kelangsungan Hidup Bayi
Indikator pelayanan kesehatan dapat dilihat dari aspek angka kematian bayi lahir, pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 angka kelangsungan hidup bayi di Desa Sumurgede sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut :
Tabel 2.4
Angka Kematian Ibu melahirkan, Angka Kematian Bayi Lahir  Desa Sumurgede Tahun 2015-2019


Keadaan Ekonomi
a.  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Perkembangan perekonomian suatu daerah dapat diukur dengan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu daerah berdasarkan pada Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).
b.     PDRB Perkapita
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita merupakan salah satu indikator makro ekonomi regional untuk melihat perkembangan perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah.
2.2. Kondisi Pemerintahan Desa
2.2.1.  Pembagian Wilayah Desa
Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah Desa Sumurgede terbagi ke dalam wilayah Dusun, RW dan RT. Adapun jumlah Dusun, RW dan RT sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.5 berikut ini